Bupati Garut Tak Akan Beri Izin Ojek Online Beroperasi
Garut -
Rencana kehadiran Gojek, Ojek Online di Garut, Jawa Barat
ternyata mengundang berbagai reaksi. Pro dan kontra muncul dari berbagai
kalangan masyarakat. Bupati Garut Rudy Gunawan sendiri menyatakan
menolak kehadiran Ojek Online tersebut. Ia tidak akan mengeluarkan izin
oprasional untuk Gojek.
"Saya pastikan pemerintah tidak akan
memberi izin bagi Gojek," kata Rudy kepada wartawan di Pendopo Garut,
Jalan Dewi Sartika, Selasa (18/7).
Penolakan tersebut bukan tanpa
alasan. Rudy khawatir akan terjadi perpecahan antar warganya. "Saya
tidak mau ada konflik yang timbul akibat Ojek Online ini," ungkapnya.
Sebelumnya, selasa (18/7) siang, ratusan sopir Angkutan Kota (Angkot)
dari berbagai rute perjalanan di Garut melakukan aksi mogok. Para sopir
Angkot ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Komite Nasional
Pemuda Indonesia (KNPI) yang diduga menjadi tempat penerimaan calon
driver Gojek.
Massa yang kesal itu bahkan sempat melakukan aksi sweeping ke dalam setiap ruangan di Kantor KNPI untuk bertemu dengan panitia Gojek di Garut. Namun, massa gagal untuk bertemu karena Kantor dalam keadaan sepi.
"Jika masih ada kegiatan Gojek di Garut, kami akan menggeruduk kantor ini lagi. Kami akan melakukan aksi sweeping besar-besaran," ungkap Sekertaris Organda Garut, Yudi Nurcahyadi kepada wartawan di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Garut, Selasa (18/7).
Namun, reaksi berbeda ditunjukan sejumlah warga Garut yang juga pengguna sosial media Instagram. Bahkan sebuah akun bernama @garutupdate_ memposting sebuah gambar yang berisi ajakan untuk memvoting rencana kehadiran Ojek Online di Garut.
"Ojek Online Garut. Ketik yes untuk setuju, ketik no untuk tidak setuju," tulis admin @garutupdate_ dalam postingan tersebut.
Dari 466 akun yang memberikan komentar hingga Selasa (18/7) pukul 17.23 WIB, kebanyakan warganet terlihat merespon positif tentang rencana kehadiran Gojek. Meskipun, tak sedikit pula dari mereka yang kurang setuju.
"Yes... urusan rezeki udh ada yg ngatur yg konvensional jgn berkecil hati," cetus akun @bungyusup dalam kolom komentar postinganRencana kehadiran Gojek, Ojek Online di Garut, Jawa Barat ternyata mengundang berbagai reaksi. Pro dan kontra muncul dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Garut.
Massa yang kesal itu bahkan sempat melakukan aksi sweeping ke dalam setiap ruangan di Kantor KNPI untuk bertemu dengan panitia Gojek di Garut. Namun, massa gagal untuk bertemu karena Kantor dalam keadaan sepi.
"Jika masih ada kegiatan Gojek di Garut, kami akan menggeruduk kantor ini lagi. Kami akan melakukan aksi sweeping besar-besaran," ungkap Sekertaris Organda Garut, Yudi Nurcahyadi kepada wartawan di Jalan Ahmad Yani, Garut Kota, Garut, Selasa (18/7).
Namun, reaksi berbeda ditunjukan sejumlah warga Garut yang juga pengguna sosial media Instagram. Bahkan sebuah akun bernama @garutupdate_ memposting sebuah gambar yang berisi ajakan untuk memvoting rencana kehadiran Ojek Online di Garut.
"Ojek Online Garut. Ketik yes untuk setuju, ketik no untuk tidak setuju," tulis admin @garutupdate_ dalam postingan tersebut.
Dari 466 akun yang memberikan komentar hingga Selasa (18/7) pukul 17.23 WIB, kebanyakan warganet terlihat merespon positif tentang rencana kehadiran Gojek. Meskipun, tak sedikit pula dari mereka yang kurang setuju.
"Yes... urusan rezeki udh ada yg ngatur yg konvensional jgn berkecil hati," cetus akun @bungyusup dalam kolom komentar postinganRencana kehadiran Gojek, Ojek Online di Garut, Jawa Barat ternyata mengundang berbagai reaksi. Pro dan kontra muncul dari berbagai kalangan masyarakat di Kabupaten Garut.
Referensi : https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3565036/bupati-garut-tak-akan-beri-izin-ojek-online-beroperasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar